Download Latest Version dracxterm 1.0.6 source code.zip (8.8 MB) Google Add to Preferred Sources
Home / v1.0.5
Name Modified Size InfoDownloads / Week
Parent folder
dracxterm-1.0.5-vc5-release.apk 2026-09-19 13.8 MB
dracxterm-1.0.5-vc5-release.apk.sha256 2026-09-19 98 Bytes
dracxterm 1.0.5 source code.tar.gz 2026-09-19 8.6 MB
dracxterm 1.0.5 source code.zip 2026-09-19 8.8 MB
README.md 2026-09-19 4.4 kB
Totals: 5 Items   31.1 MB 0

Sesi Linux sekarang dijalankan VHDP, engine rootless yang ikut di dalam APK. PRoot tetap ada sebagai fallback otomatis. APK yang sama kini juga berjalan di x86_64. Nomor 1.0.4 dilewati dan tidak pernah dipakai untuk build yang beredar.

Yang berubah

VHDP menjalankan sesi Linux

Shell di dalam distro dijalankan libphdp.so, supervisor rootless berbasis ptrace yang dipercepat seccomp, bersama loader ELF userland libvhdp-loader.so. Aplikasi menjalankan self-test sekali per pemasangan. Kalau self-test gagal, sesi jalan di PRoot seperti sebelumnya tanpa perlu diatur apa pun, dan keputusannya dicatat di logcat sebagai [GUEST] backend for ....

VHDP menyediakan pengganti untuk panggilan yang ditolak kebijakan Android: hardlink untuk dpkg, tar, dan cp -al, berkas /proc global untuk uptime, ps, dan vmstat, serta socket audit yang dibutuhkan useradd.

Satu APK untuk arm64 dan x86_64

APK memuat biner arm64-v8a dan x86_64, jadi bisa dipasang di ponsel, emulator Android, WayDroid, dan ChromeOS. Karena itu ukurannya naik dari 9,1 MB ke 13,8 MB.

Perbaikan

  • tar -cf tidak lagi gagal dengan ENOSYS.
  • SIGQUIT, SIGUSR1, dan SIGPIPE kembali sampai ke program di dalam guest, jadi trap jalan dan penulis pipa yang kehilangan pembacanya berhenti dengan status 141.
  • /dev/null, /dev/tty, dan node /dev lain kembali ada di ponsel nyata. Sebelumnya menulis ke /dev/null malah membuat berkas biasa di dalam rootfs.
  • vhdp doctor tidak lagi merusak /tmp untuk sisa sesi.
  • Bahasa pilihan tidak berubah lagi saat layar diputar, dan pesan tahap pemasangan kini tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
  • xset menampilkan warna preset sebagai #RRGGBB, bukan angka ARGB mentah.

Baru

Perintah vhdp di dalam distro (vhdp doctor, vhdp inspect, vhdp capabilities) dan halaman Diagnostics di xset yang menampilkan versi libvhdp, backend yang dipakai sesi, dan probe aktif.

Katalog image

Kelima image diunduh dari mirror proyek, ExsoKamabay/rootless. Entri Debian arm64 kembali ke image yang dipin di 1.0.0 (unduhan 35 MB), karena URL yang dipakai sejak 1.0.1 sudah mati. Entri baru Debian 13 amd64 (unduhan 93 MB) untuk x86_64 ditandai uji coba.

Pengujian

Dari pemasangan bersih di WayDroid (x86_64, Android 13), semua suite di dalam guest lolos tanpa gagal: QA-A 54, QA-B 33, QA-C 51, QA-DEB 17, QA-SCALE 28, dan FINAL 21. Suite itu mencakup superuser, apt dan dpkg, pemasangan .deb, sinyal, job control, dan berkas besar.

Di Infinix X6726B (arm64, Android 15) APK ini dipasang sebagai pembaruan tanpa kehilangan data dan lolos uji singkat: sudo, /dev, tty, pipe, vhdp, apt-get update, dan dpkg --audit. Suite lengkap arm64 terakhir dijalankan pada build debug 2026-09-18 di perangkat yang sama: QA-A 54, QA-B 33, QA-C 50 plus satu pemeriksaan INFO, QA-SCALE 28, dan FINAL 21, tanpa gagal.

Yang dibutuhkan

Android 7.0 (API 24) atau lebih baru, prosesor ARM64 atau x86_64. Perangkat armeabi-v7a dan x86 32-bit tidak didukung. Debian 13 arm64 butuh sekitar 400 MB setelah terpasang, Debian amd64 sekitar 700 MB, dan Kali versi lengkap sekitar 9,5 GB.

Memasang

:::bash
sha256sum -c dracxterm-1.0.5-vc5-release.apk.sha256
adb install -r dracxterm-1.0.5-vc5-release.apk

Atau salin APK ke perangkat dan buka dari file manager.

APK ditandatangani dengan kunci yang sama seperti rilis sebelumnya, skema v2 dan v3, jadi bisa dipasang langsung di atas 1.0.3. Digest sertifikatnya: a046d6f89a0fb5da9e4d9b9f589dec41732230b695c52f0430aec2d8dbea1ad5

Keterbatasan yang diketahui

  • Kernel melihat sesi guest sebagai uid 0 (fake-root). Program yang mencari direktori home lewat getpwuid(geteuid()) alih-alih $HOME, misalnya ssh dan fastfetch, memakai /root.
  • Ollama hanya tersedia untuk arm64. Di x86_64 aplikasi menolak mengunduhnya.
  • Katalog x86_64 baru berisi satu entri uji coba.
  • Backup Android aktif. android:allowBackup masih true, jadi isi rootfs dan riwayat shell bisa ikut terbawa backup atau transfer perangkat.
  • Semua image bergantung pada satu mirror. Kalau rilis di ExsoKamabay/rootless hilang, tidak ada distro yang bisa dipasang sampai katalognya dipindah.

Rinciannya ada di README dan CHANGELOG.

Source: README.md, updated 2026-09-19